Tampilkan postingan dengan label Modus Operandi Kejahatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modus Operandi Kejahatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2009

Modus Operandi Perampokan Rumah


Salah satu jenis kejahatan yang terjadi di sekitar Kita adalah perampokan rumah. Dalam beberapa kasus para pelaku kejahatan ini tidak hanya melakukan aksinya di malam hari tapi juga pagi ataupun siang hari, dan biasanya dilakukan secara berkelompok. Dalam kelompok ini biasanya mereka mempunyai tugas masing2, ada masuk kedalam rumah untuk melakukan aksinya dan yang lainnya bertugas diluar memantau keadaan dan ada juga yang bersiap-siap dikendaraan yang digunakan untuk membawa hasil rampokan. Dalam melakukan aksinya ini para pelaku juga biasanya membawa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korbannya dan juga untuk melukai korbannya apabila melawan.
Berikut ini beberapa modus operandi perampokan yang biasa terjadi :
  1. Masuk kedalam rumah secara paksa dengan merusak kunci pintu atau jendela rumah yang tidak berteralis ataupun bisa juga masuk melalui atap rumah,
  2. Berpura-pura sebagai petugas dari instansi-instansi pemerintah yang sedang menjalankan tugasnya,
  3. Berpura-pura menjadi teman si Tuan Rumah yang sedang mencarinya (ini biasanya dilakukan apabila rumah tersebut hanya ada penjaga rumahnya),
  4. Ada juga yang berpura-pura menanyakan sesuatu seperti, menanyakan alamat,menanyakan kontrakan ataupun hal lainnya kepada orang yang ada dirumah.
Demikian beberapa modus yang sering digunakan oleh para pelaku perampokan rumah, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan adanya modus-modus lain yang digunakan karena yang namanya kejahatan juga berkembang mengikuti keadaan yang ada..

Jadi seperti yang selalu di bilang sama Bang Napi....waspadalah...waspadalah....!!!!!!

Rabu, 17 Desember 2008

Modus Penipuan Baru
Tebar Amplop Berisi Dokumen

BOGOR - Kini masyarakat harus waspada. Pasalnya, ada modus penipuan baru di Kota Bogor. Warga Kelurahan Gunungbatu RT 03/11 Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Jacky Wijaya (50) nyaris menjadi korban penipuan, Jumat (28/11). Beruntung dia cepat tersadar, sehingga tidak menjadi korban.

Bagaimana modus penipuan baru itu terjadi? Awalnya, Jacky menemukan amplop berwarna cokelat yang tergeletak di Jalan Raya Pajajaran, tak jauh dari simpang Tugu Kujang. Amplop tersebut bertuliskan dokumen penting.
Merasa penasaran dengan isi amplop, Jacky langsung membukanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat isi amplop itu berisi surat-surat penting, seperti surat izin usaha perusahaan (SIUP) atas nama PT Mico Graha Pavindo.

Dalam SIUP itu tertulis sebagai Direktur Utama Lumaksono Tri Sardjono asal Surabaya. Ada pula surat keterangan tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kabupaten Manokwari dan cek senilai Rp4,7 miliar. Tak hanya itu, dalam amplop juga terdapat foto Lumaksono yang sedang bersalaman dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

”Dokumen penting dan foto SBY yang bersalaman dengan Lumaksono itu membuat saya percaya kalau dia seorang pengusaha atau orang hebat,” ungkap Jacky. Lantaran ingin mengembalikan dokumen tersebut, Jacky menghubungi nomor 081230553900 yang tertera di amplop. Nomor itu ternyata aktif, sehingga percakapan seorang lelaki yang mengaku bernama Lumaksono pun terjalin.

Orang yang dihubungi itu mengucapkan terima kasih dan meminta mengirimkan langsung amplop penting itu kepadanya di Surabaya Jawa Timur.
Untuk keperluan ongkos ke Surabaya, Lumaksono berjanji memberikan uang Rp20 juta sebagai ucapan terima kasih kepada Jacky. Tidak hanya itu, Jacky juga dijanjikan mendapatkan bonus Rp100 juta. Mengirimkan uang itu, Lumaksono meminta Jacky ke ATM agar proses transfer uang bisa dilakukan.

Mendapat tawaran itu, Jacky tergiur dan pergi ke ATM dengan harapan bisa mendapatkan uang yang dijanjikan. Setibanya di ATM, Jacky dipandu Lumaksono melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris. Di tengah proses transaksi, Jacky sempat curiga lantaran uang yang ada di ATM-nya diminta ditransfer ke nomor rekening Lumaksono.

Sadar dirinya nyaris ditipu, Jacky menghentikan proses transaksi di ATM itu dan memaki-maki Lumaksono. Mendengar omelan Jacky, tiba-tiba Lumaksono langsung menutup telepon. “Saya mulai curiga waktu dia menyuruh mentransfer semua uang yang ada di ATM saya,” kata Jacky.

Beruntung dia keburu sadar. Uang dalam ATM pun bisa diselamatkan. Jacky langsung memaki-maki orang itu. Pelaku malah menutup teleponnya. “Saya juga curiga sama foto dia dan Pak SBY. Saya menduga foto itu direkayasa oleh Lumaksono,” ujar Jacky.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan amplop berisi dokumen penting, termasuk cek dan foto seseorang dengan Persiden SBY, agar berhati-hati dan jangan mudah percaya. Karena saat bertransaksi di ATM yang dijanjikan akan menerima uang, justru akan menjadi korbannya. Menurut Jacky, orang itu sengaja membuang amplop di tengah jalan agar mudah ditemukan orang lain untuk menghubungi pelaku.

Informasi yang diperoleh Radar Bogor, modus penipuan gaya baru ini sudah memakan korban. Pada 7 November 2008, satu orang warga Kabupaten Bogor bernama Neneng dan satu orang lainnya warga Cianjur bernama Syahlan telah menjadi korban penipuan tebar dokumen penting ini.

Dengan modus yang sama, korban (Neneng) mengalami kerugian Rp15 juta dan Syahlan menderita kerugian Rp7 juta. Awalnya, kedua korban ini juga menemukan amplop cokelat berisi dokumen penting.

Keduanya berniat mengembalikannya dan juga dipandu pelaku dengan iming-iming mendapatkan uang ratusan juta sebagai balas jasa. Bukannya uang jasa yang diperoleh, malahan uang di ATM korban amblas berpindah ke rekening pelaku. (dra)

From Radar Bogor 29-11-2008 03:32 WIB

Rabu, 24 Januari 2007

Modus-Modus Operandi Pencopetan

Pencopetan biasanya terjadi di kendaraan umum seperti ; Bus, Kereta Api, atau bahkan di Angkot. Tapi pencopetan juga bisa terjadi di tempat-tempat umum seperti ; pasar, terminal, halte atau ditempat keramaiann lainnya.
Para pencopet ini dalam melakukan aksinya biasanya tidak sendirian mereka minimal berdua. Modus operandinya pun bermacam-macam. Berikut ini beberapa diantaranya :
  • Di Bus atau Kereta Api para pencopet ini biasanya bergerombol 5-10 orang dan naik seperti layaknya penumpang biasa. Dalam melakukan aksinya mereka akan mengelilingi korbannya sambil memepetnya atau mendesaknya.Biasanya si korban tidak sadar karena para pencopet ini sepintas memang seperti penumpang biasa.
  • Modus diatas dilakukan bila Bus atau KA dalam keadaan penuh sesak, namun bila sepi para pencopet juga masih bisa melakukan aksinya. Caranya mereka akan mencari penumpang yang tertidur dan bangku disebelahnya kosong dengan begitu mereka bisa dengan leluasa mengambil barang korbannya. Hal ini bisa juga terjadi bagi penumpang yang tidak tidur namun bangku disebelahnya kosong, mereka akan duduk disitu sambil menunggu kesempatan si korbannya lengah.
  • Jika diangkot mereka biasanya berdua. Modus yang dijalankan yaitu salah satu dari mereka akan pura-pura mengaku teman lama korban dan mengajak ngobrol korbannya dengan akrab. Ketika si korbannya terpancing untuk mengobrol maka pencopet yang satu lagi akan berusaha untuk mengambil barang si korban.
  • Untuk Modus yang biasa terjadi di tempat-tempat umum, biasanya mencopet akan menjatuhkan barang seperti korek api, saputangan, uang koin dengan jumlah yang cukup banyak atau barang yang kecil lainnya. Barang-barang tersebut akan dijatuhkan didekat korbannya dan kemudian pencopet ini akan pura-pura panik dan berusaha mencarinya. Hal ini ditujukan agar korbanya menjadi kaget, bingung, lalu berusaha untuk menolong pencopet tadi sehingga tidak konsentrasi. Pada saat itulah rekan si pencopet akan melakukan aksinya dengan mengambil barang berharga korban seperti dompet, HP atau barang berharga lainnya.
  • Dalam melalukan aksinya ini para pencopet biasanya mengunakan silet atau benda tajam lainnya untuk melubangi tas ataupun celana si korban.

Blogger Indonesia